Ujian,
musibah di dunia seberapa parah pun itu kelak akan hilang begitu saja,
tak berbekas. Terlupakan hanya dengan satu kali celupan surga.
….وَيُؤْتَى بِأَشَدِّ النَّاسِ بُؤْسًا فِى الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُصْبَغُ صَبْغَةً فِى الْجَنَّةِ فَيُقَالُ لَهُ يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا قَطُّ هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطُّ فَيَقُولُ لاَ وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا مَرَّ بِى بُؤُسٌ قَطُّ وَلاَ رَأَيْتُ شِدَّةً قَطُّ
“…Kemudian didatangkan seorang penduduk
surga yang paling sengsara ketika di dunia, lalu orang tersebut
dicelupkan ke dalam surga dengan sekali celupan. Lantas ditanyakan
kepadanya: ‘Wahai anak Adam, apakah engkau pernah melihat kesengsaraan
walau hanya sedikit? Apakah engkau pernah merasakan satu kesengsaraan
sekalipun (selama hidupmu)?’ Dia menjawab: ‘Belum pernah ya Rabb. Aku
belum pernah melihat kesengsaraan sekalipun. Aku belum pernah melihat
keburukan sedikit pun ketika di dunia.’” (HR. Muslim: 7266)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar